KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan seluruh organisasi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari menghadirkan inisiatif baru yang ambisius dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pada Sabtu, 19 April 2026, kampus dengan Unit Kearsipan yang tersebar di wilayah Kendari ini resmi meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Terintegrasi (PPMT) 2026 yang akan melibatkan lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai jurusan.
Kegiatan peluncuran program tersebut digelar di Gedung Serba Guna Universitas Muhammadiyah Kendari dengan menghadirkan pejabat kampus, dosen, aktivis mahasiswa, serta perwakilan dari lembaga-lembaga di tingkat kota Kendari. Acara yang dimulai pukul 08.00 WITA hingga siang hari ini menandai dimulainya era baru keterlibatan mahasiswa dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial dan kemasyarakatan di Kendari.
Latar Belakang dan Motivasi Program
Menurut keterangan resmi dari Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, Faisal Rahman, 22 tahun, program ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi masyarakat di sekitar Kendari yang masih menghadapi berbagai tantangan sosial, pendidikan, dan kesehatan. “Kami memiliki tanggung jawab sebagai mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat. PPMT 2026 adalah wujud komitmen kami untuk menjadi perubahan yang positif,” kata Faisal saat memberikan sambutan pembukaan, Sabtu kemarin.
Program ini dirancang dengan pendekatan holistik yang melibatkan semua organisasi mahasiswa di kampus, mulai dari BEM sebagai organisasi pusat, hingga Unit Kearsipan sebagai lembaga administratif yang mendukung pendokumentasian setiap kegiatan. Dengan melibatkan semua elemen mahasiswa, diharapkan program ini dapat menciptakan dampak berkelanjutan dan terukur bagi komunitas lokal.
Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Nurul Hidayah, 21 tahun, menjelaskan bahwa program ini juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa. “Kami tidak hanya mengajar anak-anak di daerah terpencil tentang pendidikan agama, tetapi juga belajar memahami realitas sosial. Ini adalah pembelajaran di luar kelas yang sangat berharga,” papar Nurul dengan antusias.
Ruang Lingkup dan Kegiatan yang Dilaksanakan
Program Pengabdian Masyarakat Terintegrasi 2026 mencakup empat pilar utama yang akan dilaksanakan secara simultan di berbagai wilayah Kendari. Pilar pertama adalah program pendidikan, yang melibatkan mahasiswa untuk memberikan bimbingan belajar gratis kepada siswa SD dan SMP di daerah-daerah terpencil. Pilar kedua fokus pada kesehatan masyarakat, di mana mahasiswa dari Program Studi Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat akan menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan penyuluhan kesehatan.
Pilar ketiga adalah pemberdayaan ekonomi lokal, yang melibatkan mahasiswa dari Program Studi Manajemen dan Akuntansi untuk memberikan pelatihan keterampilan usaha kecil menengah kepada kelompok ibu rumah tangga dan pemuda di beberapa kelurahan di Kendari. Sementara itu, pilar keempat adalah pelestarian lingkungan, di mana mahasiswa dari Program Studi Teknik dan Sains akan terlibat dalam kegiatan penghijauan dan edukasi lingkungan hidup.
“Setiap pilar memiliki target spesifik dan terukur. Kami tidak hanya ingin melakukan kegiatan seremonial, tetapi ingin menciptakan perubahan nyata yang bisa dievaluasi,” ungkap Muhammad Rizki Pratama, 22 tahun, Kepala Divisi Pengabdian Masyarakat BEM Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Kampus
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Syamsul Bahri, M.Si., memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif para mahasiswa ini. Dalam sesi pembukaan program, Rektor menekankan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah bagian integral dari tri dharma perguruan tinggi yang tidak bisa diabaikan.
“Universitas Muhammadiyah Kendari percaya bahwa mahasiswa bukan hanya calon pemimpin di masa depan, tetapi juga adalah agen perubahan sosial yang dapat memulai transformasi dari sekarang. Program yang dicanangkan oleh BEM dan organisasi mahasiswa ini selaras dengan nilai-nilai Muhammadiyah yang selalu menekankan amal dan pengabdian,” ujar Prof. Syamsul Bahri dengan penuh keyakinan.
Rektor juga mengapresiasi peran Unit Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mendokumentasikan setiap kegiatan mahasiswa. “Unit Kearsipan kita memiliki tanggung jawab penting untuk memastikan bahwa setiap inisiatif mahasiswa terdokumentasi dengan baik. Hal ini penting untuk akuntabilitas dan juga sebagai warisan dokumentasi bagi generasi mahasiswa di masa depan,” tambah Rektor.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. H. Agus Salim, M.Pd., juga turut hadir dan memberikan apresiasi khusus kepada semua mahasiswa yang telah aktif merancang program ini. “Saya melihat dedikasi dan semangat kalian. Ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Mari kita dukung program ini hingga berhasil,” kata Dr. Agus Salim.
Mekanisme Pelaksanaan dan Pendampingan
Mekanisme pelaksanaan PPMT 2026 melibatkan koordinasi erat antara BEM, organisasi mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, dan pihak-pihak mitra di masyarakat. Setiap kelompok mahasiswa yang terlibat dalam program ini akan mendapatkan pendampingan dari dosen senior serta fasilitator dari BEM yang telah dilatih khusus.
Pelaksanaan program akan dibagi menjadi tiga tahap: tahap persiapan (April-Mei 2026), tahap pelaksanaan kegiatan (Juni-September 2026), dan tahap evaluasi serta pelaporan (Oktober-November 2026). Dengan pembagian waktu yang jelas ini, diharapkan setiap kegiatan dapat dijalankan dengan terstruktur dan optimal.
Sekretaris BEM, Indah Puspitasari, 21 tahun, menjelaskan detail mekanisme pelaksanaan. “Kami telah menyiapkan panduan lengkap untuk setiap kelompok. Ada pemeriksaan berkala untuk memastikan semua kegiatan berjalan sesuai rencana. Selain itu, Unit Kearsipan kampus akan mencatat dan mendokumentasikan setiap kegiatan secara sistematis,” tutur Indah.
Respons Positif dari Berbagai Kalangan
Peluncuran program ini mendapatkan respons yang sangat positif dari berbagai kalangan. Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, H. Bustami Rahman, yang hadir dalam acara peluncuran menyatakan bahwa pemerintah kota sangat mendukung inisiatif mahasiswa ini.
“Kami memandang program yang dicanangkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini sebagai bagian dari sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami siap membuka pintu dan memfasilitasi kerjasama,” ungkap Bustami Rahman.
Selain itu, beberapa kepala kelurahan di Kendari yang menjadi lokasi implementasi program juga mengutarakan kegembiraan mereka. Kepala Kelurahan Baruga, Ahmad Yusuf, berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakatnya, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak dan keluarga kurang mampu.
Tantangan dan Komitmen
Meski antusias, para mahasiswa juga menyadari bahwa program sebesar ini tidak akan terlepas dari berbagai tantangan. Ketua Koordinator Program, Devano Sakti, 22 tahun, mengakui bahwa logistik, dana, dan sumber daya manusia adalah beberapa tantangan utama yang perlu dihadapi.
“Kami memiliki komitmen untuk menjalankan program ini hingga tuntas. Untuk mengatasi tantangan dana, kami telah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan lokal dan lembaga sosial untuk mendapatkan sponsor. Selain itu, kami juga akan mengajukan proposal kepada kampus untuk mendapatkan alokasi dana dari APBU,” ungkap Devano.
Dovan, sapaan akrabnya, juga menekankan bahwa semangat mahasiswa adalah modal utama yang tidak bisa dipandang sebelah mata. “Ketika mahasiswa memiliki tujuan yang jelas dan semangat yang kuat, maka tantangan apapun bisa diatasi. Kami yakin program ini akan menjadi kebanggaan bagi Universitas Muhammadiyah Kendari,” kata Devano dengan penuh percaya diri.
Dampak Jangka Panjang yang Diharapkan
Para pemrakarsa program memiliki harapan yang besar terhadap dampak jangka panjang dari PPMT 2026. Harapan pertama adalah terciptanya kesadaran sosial yang lebih tinggi di kalangan mahasiswa tentang pentingnya pengabdian kepada masyarakat. Kedua, diharapkan program ini dapat menciptakan perubahan nyata dalam kualitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi di wilayah-wilayah yang menjadi fokus program.
Ketiga, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lain untuk menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat yang terstruktur dan berdampak. Keempat, diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih kuat antara kampus dan masyarakat, sehingga tercipta sinergi berkelanjutan.
“Kami juga berharap program ini dapat didokumentasikan dengan baik oleh Unit Kearsipan kampus, sehingga menjadi catatan sejarah bagi mahasiswa generasi mendatang tentang apa yang telah dicapai. Semoga ini menjadi inspirasi bagi mereka untuk berbuat lebih baik lagi,” harap Faisal Rahman.
Penutup
Peluncuran Program Pengabdian Masyarakat Terintegrasi 2026 oleh BEM dan organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari menandai dimulainya era baru keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan sosial masyarakat Kendari. Dengan melibatkan lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai jurusan, program ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan.
Dukungan penuh dari pimpinan kampus, pemerintah daerah, dan berbagai lembaga mitra menunjukkan bahwa inisiatif mahasiswa ini memiliki relevansi sosial yang tinggi. Meskipun tantangan masih menanti di depan, semangat dan komitmen para mahasiswa memberikan keyakinan bahwa program ini akan berjalan dengan sukses.
Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada nilai-nilai pengabdian, Universitas Muhammadiyah Kendari terus mendorong mahasiswanya untuk tidak hanya menjadi cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang peka terhadap kebutuhan masyarakat. Program yang dicanangkan hari ini adalah bukti nyata dari komitmen tersebut, dan diharapkan dapat menjadi awal dari transformasi sosial yang lebih besar di masa depan.
—
Penulis: Tim Redaksi Jurnalisme Kampus
Sumber Foto: Dokumentasi Unit Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari
Tanggal Publikasi: 19 April 2026