Kendari – Prestasi gemilang kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari). Kali ini, seorang mahasiswa program studi Manajemen berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Proposal Bisnis Inovatif Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada 15 April 2026 lalu. Pencapaian luar biasa ini menandai momentum penting bagi institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan mahasiswa yang kompetitif di tingkat nasional.
Mahasiswa pemenang, bernama Rahmad Syafrudin, berusia 22 tahun, berhasil mengalahkan lebih dari 500 peserta dari berbagai universitas ternama di Indonesia. Proposal bisnisnya yang berjudul “EcoFarm Digital: Platform Manajemen Pertanian Berkelanjutan Berbasis Teknologi Artificial Intelligence untuk Petani Mikro Sulawesi Tenggara” dinilai paling inovatif, feasibel, dan memiliki dampak sosial-ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.
Perjalanan Menuju Juara
Rahmad Syafrudin memulai perjalanannya sebagai peserta kompetisi sejak Januari 2026, ketika pengumuman pendaftaran kompetisi dibuka secara luas. Sebagai mahasiswa semester enam dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Kendari, Rahmad awalnya ragu untuk mengikuti kompetisi nasional ini mengingat tingkat kesulitan yang diperkirakan sangat tinggi. Namun, dengan dukungan dosen pembimbing dan tim Unit Kearsipan Unismuh Kendari yang membantu dokumentasi formal, Rahmad memantapkan tekadnya untuk berkompetisi.
“Saya memutuskan untuk mengikuti kompetisi ini karena ingin membuktikan bahwa mahasiswa dari Kendari juga bisa bersaing di tingkat nasional. Ide tentang EcoFarm Digital muncul dari pengalaman saya melihat petani lokal di kampung halaman yang masih menggunakan metode tradisional. Saya pikir teknologi bisa memberdayakan mereka tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan,” ungkap Rahmad saat diwawancarai di ruang Unit Kearsipan kampus pada 16 April 2026.
Proses pengembangan proposal memakan waktu kurang lebih tiga bulan. Rahmad melakukan riset pasar mendalam, melakukan wawancara dengan lebih dari 50 petani mikro di Kabupaten Konawe dan Kendari, serta mengkonsultasikan ide bisnisnya dengan praktisi teknologi dan agribisnis. Setiap tahap pengembangan proposal didokumentasikan dengan rapi oleh Unit Kearsipan Unismuh Kendari, memastikan integritas akademik dan kelengkapan data untuk keperluan verifikasi komitmen.
Konsep Inovatif yang Menang
Proposal EcoFarm Digital menawarkan solusi holistik yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan aplikasi mobile untuk membantu petani mikro meningkatkan produktivitas sambil menjaga keberlanjutan lingkungan. Platform ini dirancang khusus untuk konteks pertanian di Sulawesi Tenggara dengan mempertimbangkan iklim tropis, pola cuaca monsun, dan karakteristik tanah lokal.
Fitur utama aplikasi ini mencakup sistem prediksi cuaca berbasis AI, manajemen inventaris hasil panen real-time, koneksi langsung dengan pembeli potensial, dan monitoring kesehatan tanah melalui sensor IoT yang terjangkau. Dengan biaya implementasi yang relatif ekonomis, platform ini dapat diakses oleh petani dengan keterbatasan modal dan akses teknologi informasi.
Dalam presentasi tahap final kompetisi yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center, Rahmad berhasil meyakinkan panel juri yang terdiri dari akademisi, entrepreneur sukses, dan perwakilan Kemendikbud Ristek. Panel juri memberikan apresiasi tinggi terhadap aspek originalitas, feasibilitas ekonomi, dan potensi dampak sosial dari proposal tersebut.
“Proposal ini tidak hanya menarik secara teknis, tetapi juga menunjukkan pemahaman mendalam tentang konteks lokal dan kebutuhan nyata komunitas petani. Itulah yang membedakannya dari pesaing lain,” kata Chairul Anwar, salah satu anggota juri yang merupakan pengusaha teknologi terkemuka di Indonesia, dalam pidato pengumuman pemenang.
Peran Universitas Muhammadiyah Kendari
Penghargaan yang diraih Rahmad merupakan hasil kolaborasi solid antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan unit-unit pendukung di kampus. Dr. Bambang Sutrisno, S.E., M.B.A., selaku dosen pembimbing akademik Rahmad, memberikan bimbingan intensif dalam mengembangkan aspek manajemen bisnis dan analisis finansial proposal.
“Rahmad adalah mahasiswa yang sangat serius dan disiplin. Sejak awal, dia mempersiapkan diri dengan matang. Kami sebagai dosen mendukung penuh dengan memberikan feedback konstruktif di setiap tahap penyusunan proposal. Kesuksesan ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi Rahmad sendiri,” ungkap Dr. Bambang Sutrisno dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Unit Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari juga memainkan peran penting dalam memastikan semua dokumentasi dan berkas pendaftaran tersusun dengan baik dan sesuai prosedur yang ditetapikan panitia kompetisi. Kepala Unit Kearsipan, Ibu Siti Nurhaliza, S.I.P., mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini dan komitmen unit dalam mendukung aktivitas akademik mahasiswa.
“Unit Kearsipan berperan sebagai penunjang administratif yang memastikan kelengkapan dokumen dan integritas data akademik. Kami bangga bisa berkontribusi dalam kesuksesan Rahmad. Pencapaian seperti ini juga memotivasi kami untuk terus meningkatkan layanan kearsipan yang lebih baik lagi bagi semua civitas akademika,” jelas Ibu Siti Nurhaliza pada 17 April 2026.
Dukungan Institusional
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Muhammad Yunus, S.T., M.T., memberikan apresiasi dan penghargaan formal kepada Rahmad dalam acara reception khusus yang diselenggarakan di aula utama kampus. Dalam kesempatan tersebut, Rektor menekankan bahwa prestasi mahasiswa ini bukan hanya kebanggaan individu, tetapi juga cerminan dari komitmen institusi dalam mengembangkan ekosistem inovasi dan kewirausahaan di kampus.
“Pencapaian Rahmad menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif. Kami akan terus mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk mengikuti kompetisi akademik dan bisnis tingkat nasional maupun internasional. Ini adalah bagian dari misi kami untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan tanggung jawab sosial,” ungkap Prof. Muhammad Yunus dalam pidatonya.
Selain penghargaan simbolis, universitas juga memberikan beasiswa prestasi dan fasilitas inkubasi bisnis kepada Rahmad untuk mengembangkan lebih lanjut ide bisnisnya menuju tahap komersialisasi. Dukungan ini merupakan wujud komitmen Unismuh Kendari dalam mengubah ide-ide inovatif mahasiswa menjadi bisnis yang nyata dan berkelanjutan.
Dampak dan Harapan Ke Depan
Pencapaian Rahmad tidak hanya memberikan dampak positif bagi mahasiswa itu sendiri, tetapi juga bagi seluruh ekosistem akademik di Universitas Muhammadiyah Kendari. Prestasi ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi mahasiswa lain untuk mengembangkan ide-ide inovatif dan berani berkompetisi di ajang nasional maupun internasional.
Selain itu, kesuksesan ini juga memperkuat positioning Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan yang serius dalam mengembangkan entrepreneurship dan innovation. Dalam era revolusi industri 4.0, kemampuan menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa wirausaha dan kapabilitas inovasi teknologi menjadi semakin penting.
Rahmad sendiri menyatakan komitmennya untuk tidak berhenti pada prestasi ini. Dia sedang mempersiapkan langkah selanjutnya untuk mendaftarkan bisnisnya pada program akselerator startup nasional dan mencari investor potensial untuk mengimplementasikan platform EcoFarm Digital secara skala lebih luas di Sulawesi Tenggara.
“Pencapaian ini adalah awal dari perjalanan yang lebih panjang. Target saya adalah pada tahun 2027, platform EcoFarm Digital sudah dapat digunakan oleh minimal 500 petani mikro di kawasan Sulawesi Tenggara. Saya juga ingin melibatkan lebih banyak mahasiswa dari Unismuh Kendari sebagai tim pengembang teknologi,” terang Rahmad dengan penuh optimisme.
Penutup
Prestasi Rahmad Syafrudin, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari yang meraih juara nasional dalam Kompetisi Proposal Bisnis Inovatif 2026, merupakan bukti nyata dari komitmen institusi dalam mengembangkan kualitas akademik dan entrepreneurial spirit civitas akademikanya. Dengan dukungan penuh dari berbagai unit di kampus, termasuk Unit Kearsipan yang memastikan dokumentasi terpercaya, mahasiswa dari daerah dapat bersaing setara dengan rekan-rekan dari universitas-universitas besar di pusat.
Ke depannya, diharapkan pencapaian gemilang ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lain, serta mendorong universitas untuk terus meningkatkan fasilitas dan program pengembangan inovasi dan kewirausahaan. Dengan demikian, Universitas Muhammadiyah Kendari dapat terus berkontribusi dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yang siap berkompetisi dan berinovasi di tingkat nasional maupun global.
—
Penulis: Tim Jurnalistik Kampus
Tanggal Publikasi: 17 April 2026
Sumber: Wawancara langsung dengan Rahmad Syafrudin, Dr. Bambang Sutrisno, Ibu Siti Nurhaliza, dan Prof. Muhammad Yunus