Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) menciptakan momentum apresiasi terhadap bakat mahasiswa melalui penyelenggaraan Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang spektakuler. Acara berskala besar ini digelar pada 15 April 2026 di Lapangan Olahraga Utama Kampus Unmuh Kendari dengan melibatkan lebih dari 2.000 mahasiswa dari 12 fakultas yang ada di institusi pendidikan tersebut.
Festival yang dimulai pukul 07.00 WITA ini menghadirkan berbagai cabang olahraga dan pertunjukan seni budaya yang menampilkan keberagaman talenta akademik. Antusiasme tinggi terlihat sejak pagi hari ketika mahasiswa dari berbagai unit kearsipan, rektorat, hingga fakultas teknik, ilmu kesehatan, ekonomi, dan pendidikan mulai mempersiapkan diri dengan seragam tim yang penuh warna.
Latar Belakang Penyelenggaraan Festival
Pelaksanaan Festival Olahraga dan Seni Budaya Universitas Muhammadiyah Kendari tahun ini merupakan bagian integral dari visi institusi untuk mengembangkan mahasiswa secara holistik. Unit Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai pencatat resmi seluruh kegiatan akademik dan non-akademik, turut berperan penting dalam mendokumentasikan setiap momen berharga dari festival ini.
Menurut informasi yang dihimpun dari Unit Kearsipan Unmuh Kendari, penyelenggaraan acara festival tahunan ini telah menjadi tradisi sejak lima tahun terakhir. Namun, edisi tahun 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah peserta, jenis pertandingan, dan tingkat partisipasi mahasiswa dibandingkan dengan festival-festival sebelumnya.
“Kami melihat pertumbuhan yang sangat positif dari tahun ke tahun. Data yang kami arsipkan menunjukkan peningkatan 35 persen dalam partisipasi mahasiswa dibandingkan tahun lalu. Ini mencerminkan semakin kuatnya semangat akademik dan kebersamaan di kampus kita,” ungkap Siti Nurhaliza, Kepala Unit Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari, saat ditemui di kantor arsipnya pada Senin pagi, 14 April 2026.
Berbagai Cabang Olahraga yang Dipertandingkan
Festival olahraga Unmuh Kendari tahun ini menampilkan 15 cabang olahraga yang beragam, mulai dari olahraga tradisional hingga modern. Cabang-cabang tersebut mencakup sepak bola, bola voli, bola basket, badminton, tenis meja, catur, pencak silat, renang, lari marathon, sepeda gunung, futsal, bulutangkis ganda putra-putri, dan karate.
Setiap cabang olahraga diikuti oleh tim-tim yang solid dari masing-masing fakultas dengan persiapan yang matang. Kompetisi sepak bola, misalnya, melibatkan 12 tim yang akan bertanding secara eliminasi ganda. Sedangkan untuk cabang bola voli, tidak hanya tim putra dan putri termasuk dalam kompetisi, tetapi juga ada kategori olahraga ganda campuran yang semakin memperkaya variasi pertandingan.
“Kami persiapkan tim sepak bola kami dengan latihan intensif selama dua bulan. Setiap pemain memberikan dedikasi tinggi karena ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan kami di tingkat universitas,” jelas Dandi Firmansyah, Kapten Tim Sepak Bola Fakultas Teknik Unmuh Kendari, dengan penuh semangat.
Untuk cabang pencak silat, federasi mahasiswa seni budaya kampus menghadirkan demonstrasi teknik silat tradisional Sulawesi Tenggara yang memukau. Peserta dilatih oleh instruktur berpengalaman dari dojo kampus dan komunitas pencak silat Kota Kendari.
Pertunjukan Seni Budaya yang Memukau
Selain kompetisi olahraga, festival ini juga menampilkan pertunjukan seni budaya yang mencerminkan kekayaan tradisi Sulawesi Tenggara. Tarian tradisional seperti Tari Kipat, Tari Mangamboi, dan Tari Zapin menjadi pusat perhatian penonton yang memadati lapangan utama kampus.
Pada sesi seni pertunjukan, mahasiswa Fakultas Seni dan Desain menampilkan kolaborasi menarik antara musik modern dan tradisional. Mereka membawakan lagu-lagu populer dengan menggunakan alat musik tradisional seperti gendang, gong, dan kolintang yang dipadukan dengan gitar elektrik dan keyboard modern.
“Kami ingin menunjukkan bahwa seni tradisional tidak ketinggalan zaman. Dengan menggabungkan inovasi dan tradisi, kami menciptakan sesuatu yang unik dan bermakna bagi generasi muda di kampus ini,” ujar Ismail Rahman, Koordinator Pertunjukan Seni Unmuh Kendari, yang juga merupakan mahasiswa semester enam dari Fakultas Seni dan Desain.
Selain itu, ada juga pertunjukan fashion show dengan tema “Pesona Budaya Lokal Modern” yang menampilkan karya-karya desain mahasiswa yang menggabungkan motif batik lokal dengan potongan pakaian kontemporer. Setiap design yang ditampilkan menceritakan kisah unik tentang identitas budaya Sulawesi Tenggara.
Peranan Unit Kearsipan dalam Pelaksanaan Festival
Unit Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki peranan strategis dalam mendokumentasikan seluruh rangkaian acara festival ini. Tim dokumentasi yang terdiri dari 20 orang mahasiswa praktikan arsip bekerja siang malam untuk menangkap setiap momen penting dalam bentuk foto dan video berkualitas tinggi.
“Unit Kearsipan kami tidak hanya bertugas menyimpan dokumen, tetapi juga menjadi jantung dokumentasi kegiatan kampus. Untuk festival tahun ini, kami telah menyiapkan sistem pencatatan digital yang terintegrasi dengan database utama universitas. Nantinya, semua materi dokumentasi ini akan tersimpan dengan aman dan dapat diakses oleh civitas akademika untuk keperluan penelitian dan referensi sejarah kampus,” jelas Siti Nurhaliza dengan detail yang profesional.
Tim kearsipan juga bertugas mengumpulkan data peserta dari setiap fakultas, hasil pertandingan, dan testimoni dari berbagai pihak. Data-data ini akan dikompilasi menjadi laporan terstruktur yang akan menjadi bagian dari arsip institusional Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dukungan Pimpinan Kampus
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Bambang Suryanto, M.Si., hadir langsung di lapangan untuk memberikan dukungan moral kepada seluruh peserta festival. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara akademik dan pengembangan non-akademik.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk mengembangkan mahasiswa menjadi insan yang komprehensif. Tidak cukup hanya pintar di bidang akademik, tetapi juga harus memiliki karakter kuat, kesehatan fisik yang prima, dan apresiasi terhadap seni budaya lokal. Festival seperti ini adalah wujud nyata dari komitmen kami tersebut,” ujar Prof. Bambang dalam sambutannya di depan ribuan mahasiswa yang hadir.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Haryono, M.Sc., juga menambahkan bahwa festival ini dirancang sebagai sarana untuk memperkuat identitas kampus dan membangun sense of belonging di kalangan mahasiswa. “Ketika mahasiswa merasa dihargai dan diberi kesempatan untuk menunjukkan bakat mereka, mereka akan lebih terlibat dalam kehidupan kampus dan menciptakan ekosistem akademik yang sehat,” katanya.
Dampak dan Manfaat Bagi Mahasiswa
Keikutsertaan dalam festival olahraga dan seni budaya memberikan berbagai manfaat langsung bagi mahasiswa. Selain meningkatkan kesehatan fisik dan jiwa, kegiatan ini juga mengembangkan soft skill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja, seperti kerja sama tim, kepemimpinan, manajemen waktu, dan kemampuan berkomunikasi.
Nurul Hidayah, mahasiswa semester empat dari Fakultas Ekonomi yang aktif dalam tim bola voli universitas, berbagi pengalaman positifnya. “Melalui festival ini, saya belajar bagaimana bekerja dalam tim, menghadapi tekanan, dan meraih target bersama. Skill-skill ini akan sangat berguna ketika saya masuk ke dunia kerja nanti. Selain itu, saya juga memperluas jaringan pertemanan lintas fakultas yang enrich banget dari sudut pandang personal development,” ungkap mahasiswa yang berasal dari Kendari ini.
Tidak hanya itu, festival ini juga menciptakan dampak positif terhadap kesehatan mental mahasiswa. Di tengah rutinitas akademik yang melekan, kegiatan rekreatif seperti olahraga dan seni budaya menjadi outlet yang efektif untuk melepas stres dan meningkatkan kepuasan hidup di kampus.
Peningkatan Prestasi dan Reputasi Kampus
Data dari Unit Kearsipan menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif dalam kegiatan olahraga dan seni budaya kampus memiliki IPK rata-rata yang tidak berbeda signifikan dengan mahasiswa yang tidak aktif. Bahkan, beberapa studi internal menunjukkan bahwa mahasiswa yang seimbang dalam akademik dan non-akademik cenderung memiliki performa akademik yang lebih baik.
Prestasi festival ini juga meningkatkan reputasi Universitas Muhammadiyah Kendari di tingkat regional. Dalam tiga tahun terakhir, mahasiswa Unmuh Kendari berhasil meraih berbagai penghargaan dalam kompetisi olahraga antarperguruan tinggi di Sulawesi Tenggara dan bahkan level nasional.
“Kami bangga bahwa atlet-atlet dari Unmuh Kendari telah menunjukkan prestasi yang membanggakan. Tahun lalu saja, tim basket putra kami meraih juara dua di kejuaraan basket antarperguruan tinggi se-Sulawesi. Pencapaian-pencapaian ini adalah bukti bahwa komitmen kami terhadap pengembangan holistik mahasiswa telah membuahkan hasil,” ungkap Dr. Haryono dengan bangga.
Aspek Sosial dan Inklusi
Festival olahraga dan seni budaya Unmuh Kendari tahun ini juga menunjukkan komitmen terhadap inklusi dan aksesibilitas. Panitia penyelenggara memastikan bahwa mahasiswa dengan berbagai latar belakang, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik, dapat berpartisipasi dan menikmati kegiatan ini.
“Kami menyediakan jalur khusus untuk mahasiswa dengan kebutuhan khusus, baik dalam kompetisi olahraga maupun acara hiburan. Semangat inklusi ini sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah yang menekankan kemanusiaan dan keadilan,” jelas panitia penyelenggara dalam briefing pers yang diselenggarakan sehari sebelum festival dimulai.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya Universitas Muhammadiyah Kendari 2026 merupakan cerminan nyata dari komitmen institusi terhadap pengembangan mahasiswa secara menyeluruh. Melalui kegiatan ini, Unmuh Kendari tidak hanya menciptakan peluang bagi mahasiswa untuk menunjukkan bakat mereka, tetapi juga membangun komunitas kampus yang kuat, sehat, dan inklusif.
Unit Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari, dengan dedikasi penuh, terus mencatat dan mendokumentasikan setiap pencapaian dan momen berharga ini untuk menjadi bagian dari sejarah institusi yang akan diwariskan kepada generasi mahasiswa mendatang. Dengan momentum positif seperti ini, Universitas Muhammadiyah Kendari terus membuktikan diri sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mengembangkan karakter dan bakat mahasiswa secara komprehensif.
Semoga festival-festival seperti ini terus berlanjut dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya akademik Universitas Muhammadiyah Kendari di masa-masa mendatang.
—
Penulis: Eka Prasetya (Tim Jurnalis Kampus)
Editor: Dwi Santoso
Publikasi: 16 April 2026