KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan berkualitas dan berprestasi. Dua mahasiswa dari kampus yang berlokasi di jantung Kota Kendari ini berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam kompetisi bergengsi tingkat internasional pada bulan Maret 2026 lalu. Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata dedikasi mahasiswa dan dukungan institusional yang solid dari pihak universitas.
Kedua mahasiswa berprestasi tersebut ialah Angga Pratama (22 tahun) dari Program Studi Teknik Informatika, dan Siti Nurhaliza (21 tahun) dari Program Studi Desain Komunikasi Visual. Mereka secara berturut-turut meraih medali emas dalam International Student Innovation Summit (ISIS) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 15-20 Maret 2026. Kompetisi internasional ini menghadirkan peserta dari 32 negara dengan total 487 peserta mewakili berbagai universitas terkemuka di dunia.
Dalam kategori Teknologi dan Inovasi Digital, Angga Pratama berhasil mempresentasikan project aplikasi mobile bernama “SmaraAI” yang dirancang khusus untuk membantu petani lokal Sulawesi Tenggara dalam mendeteksi penyakit tanaman dan memberikan rekomendasi pemupukan berbasis kecerdasan buatan. Inovasi yang dikembangkan selama enam bulan ini berhasil mengalahkan pesaing dari Universitas Tsinghua (China), MIT (Amerika Serikat), dan Universitas Tokyo (Jepang).
Sementara itu, Siti Nurhaliza meraih medali emas dalam kategori Desain Berkelanjutan dengan karya berjudul “Batik Digital Nusantara: Preserving Heritage Through Modern Design” (Batik Digital Nusantara: Melestarikan Warisan melalui Desain Modern). Proyek desain grafis interaktif ini menggabungkan nilai-nilai tradisional motif batik Indonesia dengan teknologi augmented reality, sehingga memungkinkan generasi muda untuk belajar dan berinteraksi dengan warisan budaya secara digital dan menarik.
### Perjalanan Menuju Podium Tertinggi
Prestasi luar biasa ini tidak datang dengan mudah. Kedua mahasiswa telah melalui proses seleksi yang ketat dan kompetitif. Pada tahap awal, mereka harus lolos seleksi nasional yang diikuti oleh kurang lebih 1.200 peserta dari seluruh universitas di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil mengirimkan lima peserta ke tahap regional, dan akhirnya dua di antaranya lolos ke babak final internasional.
Menurut Angga Pratama dalam wawancara di kantor Unit Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 11 April 2026, proses pengembangan project SmaraAI dimulai dari observasi mendalam terhadap permasalahan pertanian lokal. “Saya melihat bahwa banyak petani di sekitar Kendari yang tidak memiliki akses ke informasi modern tentang cara mengatasi hama dan penyakit tanaman. Mereka hanya mengandalkan pengalaman turun-temurun yang kadang kurang efektif. Dari situlah muncul ide untuk mengembangkan aplikasi yang dapat diakses via smartphone dan tidak memerlukan koneksi internet yang kuat,” ungkap Angga dengan antusias.
Lebih lanjut, Angga menceritakan bahwa proses pengembangan aplikasi ini melibatkan riset langsung ke lapangan. “Saya berkomunikasi dengan lebih dari 50 petani lokal untuk memahami kebutuhan mereka. Mereka sangat antusias dan memberikan feedback yang sangat berguna. Data yang kami kumpulkan kemudian kami gunakan untuk melatih model machine learning sehingga SmaraAI dapat memberikan diagnosis akurat,” lanjutnya.
Sementara Siti Nurhaliza mengungkapkan bahwa inspirasi karyanya datang dari keinginan untuk menjembatani kesenjangan antara generasi tua pemilik pengetahuan batik dan generasi muda yang seringkali mengabaikan warisan budaya. “Saya ingin membuat batik menjadi ‘cool’ lagi di mata anak-anak muda. Dengan menggunakan teknologi AR, pengalaman belajar tentang batik menjadi interaktif dan menghibur. Ketika pengguna mengarahkan smartphone ke motif batik, mereka dapat melihat cerita di balik setiap motif, sejarah, dan teknik pembuatannya,” jelas Siti dengan penuh semangat.
### Dukungan Penuh dari Institusi
Prestasi demi prestasi yang diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak terlepas dari dukungan institusional yang kuat. Unit Kearsipan, sebagai salah satu bagian penting dari struktur universitas, telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung termasuk laboratorium komputer modern, perpustakaan digital, dan akses ke jurnal-jurnal penelitian internasional terkini.
Bapak Dr. Hamzah Marzuki, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam keterangannya kepada media pada 11 April 2026, mengungkapkan kebanggaannya terhadap pencapaian kedua mahasiswa tersebut. “Prestasi ini merupakan hasil dari sistem pendidikan yang kami terapkan, yang mengedepankan kolaborasi antara teori dan praktik, serta mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menghadapi tantangan akademik tetapi juga kontribusi nyata kepada masyarakat. Universitas Muhammadiyah Kendari percaya bahwa mahasiswa harus menjadi agent of change yang membawa inovasi positif,” ujar Dr. Hamzah dengan bangga.
Lebih lanjut, Dr. Hamzah menekankan bahwa prestasi internasional ini menunjukkan bahwa universitas swasta di Kendari mampu bersaing dengan institusi pendidikan terkemuka di tingkat regional dan global. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, menyediakan fasilitas yang memadai, dan memberikan mentoring intensif kepada mahasiswa yang berpotensi. Tidak ada hambatan geografis atau skala universitas yang seharusnya menghalangi mahasiswa Indonesia untuk bersinar di panggung internasional,” tambahnya dengan tegas.
Sementara itu, Ibu Siti Rohayati, Kepala Unit Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari, mengakui bahwa prestasi mahasiswa ini juga memotivasi seluruh staf universitas untuk terus berinovasi dalam mendukung pengembangan akademik dan non-akademik. “Prestasi Angga dan Siti menjadi inspirasi bagi kami semua. Kami akan terus meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa, memastikan setiap mahasiswa yang memiliki potensi mendapat dukungan optimal,” katanya.
### Dampak Terhadap Universitas dan Masyarakat
Prestasi gemilang yang diraih oleh Angga Pratama dan Siti Nurhaliza membawa dampak signifikan bagi Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, reputasi akademik universitas semakin meningkat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pencapaian ini diharapkan dapat menarik lebih banyak calon mahasiswa berkualitas tinggi untuk melanjutkan pendidikan di universitas yang terletak di Kendari ini.
Kedua, prestasi ini membuktikan bahwa Program Studi Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual di Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki kurikulum yang relevan dan modern, didukung oleh dosen-dosen yang kompeten dan berpengalaman. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap kualitas output lulusan universitas.
Ketiga, dari perspektif kontribusi sosial, kedua inovasi yang dikembangkan oleh Angga dan Siti memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Aplikasi SmaraAI dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian lokal, sementara “Batik Digital Nusantara” dapat menjadi media efektif untuk pelestarian budaya Indonesia di era digital.
Tidak hanya itu, prestasi ini juga membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas. Beberapa universitas dan institusi riset di luar negeri telah menunjukkan minat untuk berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan lebih lanjut kedua inovasi tersebut.
### Kunci Kesuksesan
Ketika ditanya tentang faktor kunci kesuksesan mereka, kedua mahasiswa menekankan pentingnya persistensi, dukungan dari dosen pembimbing, dan lingkungan kampus yang mendorong inovasi. Angga menekankan bahwa banyak saat-saat ketika dia ingin menyerah di tengah proses pengembangan aplikasi, terutama ketika model machine learning tidak memberikan hasil yang diharapkan.
“Dosen pembimbing saya, Bapak Dr. Yusuf Anshori, sangat membantu memberikan arahan dan motivasi. Dia tidak hanya mengajar teori, tetapi juga membimbing kami untuk berpikir kritis dan mencari solusi kreatif terhadap masalah,” ungkap Angga dengan penghargaan tinggi.
Siti juga mengungkapkan apresiasi serupa terhadap dosen pembimbingnya dan infrastruktur kampus yang mendukung. “Laboratorium desain kami dilengkapi dengan perangkat lunak terkini, dan dosen pembimbing kami, Ibu Retno Wijaya, selalu terbuka untuk diskusi dan memberikan feedback konstruktif. Semua ini membuat proses kreatif menjadi lebih lancar,” katanya.
### Pesan untuk Mahasiswa Lain
Menutup wawancara mereka, Angga dan Siti memberikan pesan inspiratif kepada mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari. Mereka menekankan bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi untuk mencapai prestasi tinggi, asalkan memiliki kemauan, dedikasi, dan memanfaatkan sebaik-baiknya sumber daya yang tersedia.
“Jangan pernah merasa terbatas oleh lokasi atau skala universitas. Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, bereksperimen, dan gagal. Kegagalan adalah bagian penting dari perjalanan menuju kesuksesan,” pesan Angga kepada rekan-rekan mahasiswanya.
Siti menambahkan, “Percayalah pada ide-ide Anda, terutama jika ide tersebut dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Cari mentor yang tepat, bekerja keras, dan jangan takut untuk mengambil tantangan baru.”
### Penutup
Prestasi luar biasa yang diraih oleh Angga Pratama dan Siti Nurhaliza dalam International Student Innovation Summit 2026 merupakan bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuahkan hasil nyata dalam misi pendidikannya. Kedua mahasiswa ini tidak hanya meraih medali demi medali, tetapi juga membawa nama baik universitas dan Indonesia ke panggung dunia.
Diharapkan, pencapaian ini akan menginspirasi tidak hanya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari tetapi juga institusi pendidikan lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong mahasiswa untuk berinovasi serta berkontribusi kepada masyarakat. Ke depannya, Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus berkomitmen untuk menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas tinggi yang mampu bersaing di tingkat global sambil tetap menjaga nilai-nilai lokal dan budaya Indonesia.
—
Kata Kunci: Universitas Muhammadiyah Kendari, mahasiswa berprestasi, kompetisi internasional, inovasi teknologi, desain berkelanjutan, International Student Innovation Summit, SmaraAI, Batik Digital Nusantara
(Artikel ini ditulis berdasarkan pengumpulan informasi dan wawancara yang dilakukan pada 11 April 2026 di Unit Kearsipan Universitas Muhammadiyah Kendari)